• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Catatan Khotbah
Catatan Khotbah

Tambah,,, tambah,,,, dan tambah (Kisah Rasul 9:31)


Pendahuluan:
Memusatkan segenap pikiran dan tenaga dalam melakukan sesuatu hanya kepada Tuhan, tidak mudah menyerah, tetap berpegang pada apa yang ingin dicapai, inilah ciri penambahan. Contohnya, dalam memenangkan jiwa, jika kita tidak fokus dan berpikir positif untuk tercapai, pasti tidak akan tercapai. Untuk itu, dalam menghasilkan penambahan jiwa-jiwa bagi Tuhan, maka di bawah ini ada tiga kebenaran yang harus dipahami, yaitu:
Selanjutnya...
 

Hidup, bertumbuh, berkembang menjadi dewasa (Matius 25:14-30; Roma 8:29)

 
Pendahuluan:
Sebagai orang tua, melihat anak-anak kita tidak ada pertumbuhan dalam hal kerohanian pasti kita merasa kecewa. Tetapi ketahuilah bahwa di hadapan Allah, hidup yang bertumbuh, berkembang menjadi dewasa, itu tidak diukur oleh usia, melainkan kemauan yang disertai penyerahan terhadap kekuatan kuasa Roh Kudus. Menjadi pertanyaan, mengapa sukar untuk bertumbuh dewasa dan menyelesaikan dengan baik.
Selanjutnya...
 

Up Grade (Yesaya 54:2-3)


Pendahuluan:
Kita adalah umat yang ditentukan, dipilih Tuhan untuk menjadi serupa dengan gambar Yesus Kristus. Proses menjadi serupa dengan Yesus, itu yang disebut pertumbuhan, perkembangan dengan memancarkan kemuliaan Allah melalui kehidupan kita sehari-hari. Untuk itu dibawah ini kita akan mempelajari bagaimana caranya Tuhan meng upgrade kita.
Selanjutnya...
 

Up Grade (Yesaya 54:1-3)


Pendahuluan:
Up Grade berarti merubah sesuatu supaya menjadi lebih baik dan penting untuk meningkatkan kualitas yang semakin baik. Dalam mewujudkan kehidupan yang berkualitas, maka kita sebagai anak-anak Tuhan, apalagi sebagai pemimpin yang berdampak positif dan memberkati merupakan dambaan Allah. Ketahuilah bahwa pemimpin itu identik dengan pengaruh, yang dinampakkan berdasarkan kebenaran di bawah ini. 
Selanjutnya...
 

Up Grade (Yesaya 54:2-3)


Pendahuluan:
Ketahuilah bahwa kesibukan bukan menentukan kehidupan pemimpin yang jitu, melainkan kehidupan yang taat terhadap kebenaran-Nya serta hidup sesuai kebenaran, inilah yang menjadi dambaan Allah dan manusia. Sebagai orang percaya yang berpengaruh bagi orang banyak, maka di bawah ini akan memaparkan beberapa prinsip penting.
Selanjutnya...
 

Arti Kematian Yesus Kristus (I Korintus 11:23-26)


Pendahuluan:
Ketahuilah bahwa setiap kali kita ambil bagian dalam Perjamuan Kudus, itu dilakukan untuk memperingati penderitaan Kristus, demi keselamatan orang-orang yang percaya kepada-Nya. Kerinduan Kristus bagi kita ialah supaya sifat dan karakter kita menjadi serupa dengan Dia. Untuk itu, kita akan memperhatikan arti kematian Yesus Kristus berdasarkkan tiga kebenaran di bawah ini, yaitu:
Selanjutnya...
 

Berita Salib Kekuatan Allah (I Korintus 1:18)


Pendahuluan:
Salib adalah penyiksaan dan penghukuman mati yang digunakan oleh orang Romawi, yaitu sebuah tiang tegak, tempat mengikat atau memakukan tubuh orang yang terkutuk. Yesus disalibkan bukan karena Ia berdosa, melainkan dosa kita ditanggungNya dengan tujuan diampuni. Untuk itu dibawah ini akan menjelaskan mengenai kekuatan berita salib.
Selanjutnya...
 

Duta-Duta Kristus (2 Korintus 5:14-21)


Pendahuluan:
Melalui penderitaan Yesus, maka kita yang menerima-Nya didamaikan dengan Allah dan setiap dosa kita diampuni. Nah... kita yang telah percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, maka tanggung jawab kita saat ini dan seterusnya adalah menjadi pembawa berita sukacita bagi orang yang belum diselamatkan melalui tiga prinsip penting yang harus kita lakukan.
Selanjutnya...
 

Memberkati Orang Lain (3 Yohanes 1:2)


Pendahuluan:
Dewasa ini ada begitu banyak orang yang siap memberkati, apabila orang tersebut diberkati. Ada juga yang ingin memberkati, tetapi harus diketahui orang banyak, itu bukanlah memberkati, melainkan memamerkan pemberian. Dalam hal memberkati, di bawah ini akan memberikan tiga kebenaran yang menjadi keyakinan yang harus dikatahui, yaitu:
Selanjutnya...
 

Kepastian hidup bersama Tuhan di Sorga (Yohanes 14:6)


Pendahuluan:
Kekuatiran merupakan hal yang biasa dan ada pada setiap manusia, tetapi orang yang dikuasai oleh kekuatiran itu tidak wajar. Pertanyaan yang patut kita pahami dan kita sendiri yang menentukannya adalah, “Apakah aku memperoleh hidup yang kekal dan bagaimana caranya kita mendapatkan sorga?”. Memperhatikan jawaban Yesus terhadap Tomas dalam Yohanes 14:6, ada tiga kebenaran mengenai kepastian hidup di Sorga, yaitu:
Selanjutnya...
 

Kedewasaan dibalik Kutukan (2 Samuel 16:5-14)


Pendahuluan:
Kedewasaan itu menentukan apa yang direncanakan, apa yang dilakukan serta apa yang diputuskan. Sedangkan kutukan adalah perkataan sumpah yang ditujukan kepada seseorang dengan harapan orang tersebut ditimpa bencana atau mengalami perkara yang buruk. Berdasarkan apa yang dikatakan dalam 2 Samuel 16:5-14, ada tiga kebenaran mengenai menciptakan kedewasaan dibalik kutukan.
Selanjutnya...
 

Kepastian hidup bersama Tuhan di Sorga (Yohanes 14:6)


Pendahuluan:
Kekuatiran merupakan hal yang biasa dan ada pada setiap manusia, tetapi orang yang dikuasai oleh kekuatiran itu tidak wajar. Pertanyaan yang patut kita pahami dan kita sendiri yang menentukannya adalah, “Apakah aku memperoleh hidup yang kekal dan bagaimana caranya kita mendapatkan sorga?”. Memperhatikan jawaban Yesus terhadap Tomas dalam Yohanes 14:6, ada tiga kebenaran mengenai kepastian hidup di Sorga, yaitu:
Selanjutnya...
 


Hal 10 of 24


REKENING GEREJA

BCA cabang Muwardi Grogol
Rek No: 268 3028517
a/n: Gereja Sidang
Jemaat Allah Grogol

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini343
mod_vvisit_counterKemarin535
mod_vvisit_counterMinggu ini1553
mod_vvisit_counterBulan ini10035
mod_vvisit_counterTotal505925

Pengumuman


Susunan Pengurus
Majelis GSJA Grogol
2013 - 2016

Detail Click Here!!

Tema Gereja

Tema Bulan Ini:

" KEPENUHAN KEMULIAAN KERAJAAN ALLAH DI NIKMATI OLEH ORANG (GEREJA) YANG BERSEDIA MENTAHIRKAN DIRI "

(BILANGAN 8:6)