• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Warta Cepat Mendengar Lambat Berkata-Kata (Yakobus 1:19-27)

Cepat Mendengar Lambat Berkata-Kata (Yakobus 1:19-27)

Addthis
 
Dalam kehidupan sehari-hari, mendengar dan berkata-kata merupakan kegiatan penca indra yang sering kita lakukan setiap hari. Tuhan yang telah menganugrahkan kita kemampuan mendengar malalui kedua telinga kita dan berbicara melalui satu mulut kita tentulah mempunyai tujuan. Paling tidak secara proporsional kita harus mampu melakukan kegiatan mendengat dua kali lebih banyak dibandingkan berkata-kata. Kegiatan mendengar dan berkata-kata diharapkan dapat menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan Tuhan. Hal perlunya dibatasi kegiatan berbicara juga tercermin dalam pribahasa “sedikit bicara banyak bekerja” dan juga perumpamaan “kekang pada mulut kuda akan mengendalikan arah dan laju seekor kuda”. Lidah yang terkendali akan dapat menyampaikan sajak yang indah kepada raja, bagaimana pena seorang juru tulis yang mahir (Mazmur 45:2). Raja yang diyakini merupakan utusan Allah dan yang dipilih oleh Allah sehingga layak diagungkan dengan pujian yang keluar dari lidah yang terkendali.
 
Sebagi manusia yang telah lahir baru dalam Kristus kita perlu terus belajar mengendalikan perkataan kita dan melipatgandakan kemampuan mendengar kita. Yakobus 1:19-27 mengingatkan kita semua belajar memamfaatkan telinga, untuk mendengarkan firman Tuhan, bahkan tidak cukup hanya sebagai pendengar, tetapi juga dituntut untuk menjadi pelaku firman. Hendaknya kita “Cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah” (Yakobus 1:19). Untuk dapat menjadi pelaku firman maka kita harus dapat terlebih dahulu mendengarkan firman dengan baik, yang tidak hanya dengan menggunakan telinga dan otak, tetapi juga dengan hati. Firman Allah digambarkan bagaikan cermin yang dapat menunjukkan kejelekan kita. Ia dapat menunjukkan dosa dan kesalahan kita supaya kita dapat memperbaikinya. Dan kalau kita mau membiarkan diri kita ditegur oleh firman Tuhan yang disebut sebagai “hukum yang sempurna dan yang memerdekakan” itu akan membebaskan kita dari dosa dan menyempurnakan kita sehingga kita akan berbahagia (ay 25). Sebaliknya barangsiapa tidak mampu mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri dan akan sia-sialah ibadahnya (ay 26).

Orang Farisi dan ahli Taurat senantiasa mencari kesalah Yesus dan muruid-murid-Nya. Dalam Markus 7:1-8 dikisahkan bagaimana mereka menyerang dengan kata-kata fitnah kepada murid-murid Yesus yang tidak taat pada adat-istiadat. Namun Yesus, yang telah mengetahui maksud jahat mereka, membalikkan keadaan dengan mengajak semua orang hendaknya lebih taat kepada perintah Allah dibandingkan adat-istiadat yang hanya ciptaan manusia. Yesus membedakan yang lahir dan yang batin, antara kesucian lahir dan kesucian hati, karena semua dosa datang dari dalam hati orang (Markus 7:21).

Berbahagialah orang yang mampu mengendalikan perkataan karena dengan kata-kata kita akan membangun tubuh Kristus. Berbahagilah juga orang yang mampu mendengar firman Tuhan dan sekaligus melakukannya karena akan menjadi berkat bagi banyak orang. Kita semua yang mau belajar mengendalikan perkataan dan melipatgandakan fungsi pendengaran kita, akan mampu menjaga hati yang rindu untuk senantiasa dekat dengan Tuhan, seperti dalam Kidung Agung 2:8-13, yang merupakan gambaran hubungan antara Allah dan umat-Nya, yang bagaikan hubungan sepasang kekasih, yang salingmerindukan satu dengan yang lainnya. Kehidupan di musim semi yang serba nyaman dan indah inilah yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya yang senantiasa taat mengikuti kehendak-Nya.

 


REKENING GEREJA

BCA cabang Muwardi Grogol
Rek No: 268 3028517
a/n: Gereja Sidang
Jemaat Allah Grogol

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini57
mod_vvisit_counterKemarin316
mod_vvisit_counterMinggu ini732
mod_vvisit_counterBulan ini9214
mod_vvisit_counterTotal505104

Pengumuman


Susunan Pengurus
Majelis GSJA Grogol
2013 - 2016

Detail Click Here!!

Tema Gereja

Tema Bulan Ini:

" KEPENUHAN KEMULIAAN KERAJAAN ALLAH DI NIKMATI OLEH ORANG (GEREJA) YANG BERSEDIA MENTAHIRKAN DIRI "

(BILANGAN 8:6)