Menjaga Hati
Addthis

Hati manusia ibarat sumur yang dalam, bila tidak ditimba airnya jernih dan bening, tetapi begitu air sumur itu dijatuhi batu yang besar dan berat, maka air tersebut menjadi keruh dan kualitas air segera dapat kita ketahui. Sebaliknya, bila di dalamnya terdapat banyak kotoran, maka segeralah kotoran itu keluar semua dan airnya menjadi keruh. Demikian halnya dengan keadaan hati manusia. Bila hati kita penuh melimpah dengan Firman Tuhan, pada saat kita mendapat tekanan atau kesesakan, maka yang keluar dari mulut kita ialah Firman Tuhan, bukan perkataan-perkataan negatif atau umpatan.
Untuk mengerti hati atau kedewasaan seseorang mudah: “Bila seseorang dalam keadaan terjepit, tertekan atau tidak menentu, apakah tindakannya negatif atau positif”. Tetapi selaku anak-anak Tuhan ketahuilah bahwa apapun yang terjadi, yang Allah harapkan ialah kita tetap mengimani pertolongan-Nya, pasti indah pada waktunya. Apa yang kita lihat, dengar serta apa yang akan kita lakukan, itu akan menghasilkan kehendak Allah jika hati dijaga, yaitu:

Pertama : Tidak Mengatakan Apa Yang Negatif.
Jika kita mengaku sebagai orang yang beribadah, tetapi tidak dapat mengekang lidah, maka ibadah kita sia-sia. Perkataan-perkataan yang diucapkan bertentangan dengan kehendak Tuhan, Roh Kudus tidak akan dapat berkarya dalam hidup kita. Jadi tugas kita selaku anak-anak Tuhan saat ini dan seterusnya adalah senantiasa memperkatakan apa yang positif dan membangun bukan perkataan negatif. Dalam Amsal 10:20 berkata: “Lidah orang benar seperti perak pilihan”. Jadi hasilkan dan katakanlah apa yang baik dan benar bukan yang jahat.

Kedua : Tidak Mengalami Celaka Karena Lidah.
Dewasa ini ada begitu banyak peluang untuk kita tidak memper-katakan apa yang benar. Tetapi selaku orang percaya, hasilkanlah yang baik dan benar melalui perkataan. Amsal 21:23 berkata: “Siapa memeli-hara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran”. Ada peribahasa mengatakan: “Mulut kita, harimau kita”. Jadi, jika kita mau menjaga hati dengan baik, maka kita tidak akan mengeluarkan perkataan yang sia-sia. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (Roma 10:10).